Wednesday, 21 December 2011

Kena Tak Sampai


KJT, Koskas Jakarta Timur. Komunitas awal yg dimasuki saat menyenangi sepeda. Masuknya keliru waktu itu. Informasi internet menyatakan bahwa AKAP mau menyusur BKT. Hadir lah, karena tikum kebetulan dekat dari rumah.. Padahal peserta utamanya kala itu adalah warga KJT.

Sejak saat itu, diikuti semua kegiatan gowes bila tak terbentur kegiatan lain. KJT membentuk percaya diri untuk mengkayuh sepeda. Seperti hari Minggu kemarin KJT merayakan HUT pertama nya diawali di depan halte Mall Arion sekalian hari bebas kenderaan bermotor di sana.

Malam minggu nya, sepeda cucu dan sepeda ku dimasukkan ke mobil. Tak tega aku akan cucu mengajak kayuh sepeda untuk jarak itu. Paginya sampai di Mall Arion kesiangan. Dan kawanku warga KJT sudah bubar dan berkumpul di makas besar PRO 12 Cipinang. Yah , kataku dalam hati, kena tak sampai ni.

Bulan lalu, sepedaan di Salatiga. Terkesan akan kemampun sepeda nanjak mereka dan tampaknya kegiatan jalur tersebut adalah kegiatan gowes rutin mereka yaitu Pertapaan Gedono. Dua kali aku berhenti mencari nafas. Pada perhentian ke tiga dilanjutkan dengan tuntun sepeda. Dan stop, menunggu mereka pulang dan bersama kembali ke kota Salatiga. Mereka, lansia tertua 74 tahun. Di fun bike pun begittu juga, tanjakan melulu. aku berhenti sudah dua kali namun lansia umur 78 lewat saja.

Kembali ke Jakarta dicari langsung teman lansia dekat rumah untuk mengasah kayuhan. BKT, dipilih karena tanpa tanjakan dan tanpa turunan lalu lintas pun sangat sepi. Ternyata respon menyejukkan hati.

Dalam seminggu dilakukan gowes menyusur BKT 46 km sukses pada hari Selasa dan sabtu nya tgl 17 Des 2011 Situ Babakan Srengseng Sawah dihembat 51 km. Alias 97 km telah dikayuh, dan disana tawa lepas terjadi, habis sama lansia nya kalau udah ngumpul ya begitu lah.



Peserta di atas 50 tahun

1. Mudjiantoro 71

2. M. Widji Hartono 69

3.Naek Raja Manik 57

4. Tugiman 57

5. D. Munthe 65

6. Nana 57

7. Nano 52.



Peseta di bawah 50 tahun

Beberap bapak dan anak muda.








Tag: Umum , Lansia , gobar , situ Babakan , BKT , KJT
Sumber: http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/kena_tak_sampai

Sunday, 18 December 2011

Hebat Juga Lansia (69) Itu


Lansia Duren Sawit mendapat undangan tetangga yang empat hari lalu menyusur BKT bersama. Undangan balasan untuk gobar ke Situ dipenuhi dengan gobar besama pada hari Sabtu 17 Des 2011.

Kecut juga hati ini melihat semangat lansia tertua (69) pendatang baru dengan seli lagi dan posisi duduk yang sangat menekuk. Selepas turunan dalam dan tanjakan Lenteng Agung, ditawarkan menaikkan tempat duduk sebagai mana mestinya. Mantan pejabat produk Cocacola itu. menerima dengan senang hati. Sesampai di Situ Babakan, bukannya kelelahan, bahkan sudah memutar gawes solo pada hal lainnya pada duduk belanja buah dingin murah meriah seperti pepaya nenas dan lainnya untuk mengisi kalori yang terbuang di jalanan.

Waktu mau pulang malah dicari cari, kayaknya suka menghilang. Pukul 13.00 wib semua peserta kembali sampai di rumah masing2. dan catatan di Velo 8 menunjukkan 51 km. Hebat juga lansia itu.

Sumber: http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/hebat_juga_lansia_itu

Wednesday, 14 December 2011

Sepeda Cucu









Kata orang tua, lebih sayang sama cucu bila dibanding sayang anak. Cucu jangan dimarah di depan kakek nenek. Begitulah umumnya sang kakek nenek memohon, pada hal dia alias kakek nenek, dulunya suka memarahi ananknya. Yakni emak atau bapaknya sang cucu di dedepan hidung nya itu. Begitulah hidup barangkali.

Cucu umur 8 tahun, kini sedang berkunjung ke rumah kakek neneknya. Pada kunjungan sebelumnya dia sudah memberi komentar bahwa sepedanya sudah kekecilan. Sepeda kecilnya itu pernah dia bawa ke rumah nya. Pernah jatuh dan giginya patah. Ibunya marah dan sepeda kecilnya disuruh parkir di rumah kakek saja.

Sejak itu. dia bermain sepeda, bila dia berkunjung kerumah kakeknya. Di sana dia bermain sepeda dengan penuh pengawasan sang kakek.

"Kalau beli sepeda, tungguin saya", pinta sang cucu kepada kakek, saat pamit kepada kakek tempo hari. Namun kakeknya dengan telaten membangun sepeda 24' sambil menunggu kedatangan sang cucu. Dicat baru batang dan stang. roda dan lainnya dibeli baru. Tempat duduk dilapisi sarung baru, sangat empuk.

Sang cucu datang berkunjung dan dia tahu kalau sepeda oranye itu adalah sepeda untuknya. Karena diletakkan di sebelah sepeda kecilnya.
Langsung dia coba, dan ternyata jinjit kakinya tak sampai di tanah alias gantung 5 cm.
Sang kakek langsung paham, walau cucunya belum memberi komentar. "Sore nanti kita lihat sepeda di toko".

"Mengapa pilih sepeda lipat?" kata sang kakek dan dijawab. Bahwa sepeda itu sama percis dengan sepeda teman. Warnanya juga sama, rayunya kepada kakeknya.

Namanya cucu di depan sang kakek. Ya begitulah. Sang cucu cuma bilang helem kakek warnanya bagus. Helem untuk sang cucu langsung di usahakan untuk dibeli.
Begitu disuruh memilih helem. Sang cucu minta warna merah biar sama dengan warna sepedanya, berkeliat. Suruh milih sepatu, warnanya juga yang ada merahnya.

Rasain racun sepeda, kata sang kakek dalam hati. Sayang cucu sih.

Dia buka sarung tempat duduk sepeda yang empuk dan ternyata jinjit kakinya sampai ke tanah. Sepeda 24' langsung dia pakai. Sambil tertawa riang.

Tuesday, 13 December 2011

Menyusuri BKT Sampai ke Laut 13 Des 2011


Dari ujung barat BKT sampai laut 23 km. Lansia gowes 46 km lah, lumayan.



Gobar ke Dua BIKELANSIA
Dame Munthe • 3 menit yang lalu • 1 komentar di Kategori: Umum | edit • hapus

Melihat pengalaman penikmat sepeda di Salatiga di bulan lalu. Yakni tanjakan tanpa henti sampai di tujuan, dilibas dengan senyum oleh lansia di sana. Muncul niat mengajak lansia di sini (Jakarta) coba juga kegiatan serupa dengan diawali jalan rata dulu seperti BKT.

Pukul enam pagi, muncul baru satu. Di tikum satunya lagi sudah hadir sepuluh menit yang lalu, pesan di SMS, Mulai galau hati ini, apakah menyusur BKT dengan tiga orang saja?

Begitu jepretan foto pertama di tikum satu, muncul dua peserta dan langsung dilakukan doa agar cuaca diberikan bagus untuk gowes oleh Dia yang empunya kuasa. Bergerak sepeda menyinggahi satu peserta yang bangun kesiangan.

Semaraklah gowes menyusur BKT karena di tikum kedua telah menunggu lima peserta lagi. Gawes BIKELANSIA dengan sepuluh peserta. Enam diantaranya Lansia dan tertua 71 tahun.

Lancar pergi pulang, cuaca sangat mendukung, kembali dari laut pukul 9.00, matahari diselimuti awan putih dan pukul 11 juga tak terik.

Sukses Gobar ke dua BIKELANSIA, Salam sukses dan sehat selalu.


Tag: Umum , BKT , lansia , BIKELANSIA

Berbagi
Facebook
Twitter
Digg
Delicious
MySpace

sumber: http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/gobar_ke_dua_bikelansia


Yang merating Note ini:

ivan rene Menarik
om ndlahom XTR
bambangEKO Menarik

1 Komentar
om ndlahom
9 jam yang lalu
swiip owm,..manteb suranteb deh

Sunday, 11 December 2011

Gowes, Pelajaran

[QUOTE=topangdagu;398703455]Hari ini gw dapet bbrp pelajaran bagus yg mungkin juga berguna buat temen2 semua:

Buat yg demen gowes secara rombongan dan menempuh jarak yg cukup panjang dan melelahkan, usahakan tiap anggota jangan terpaut terlalu jauh... Yg merasa punya paru2 Dura Ace dan dengkul XTR jangan maen ngacir gitu aja, justru musti jagain temen2 yg fisik dan kemampuannya non series... Kasian kalo sampe ada kejadian kayak tadi di puncak, itu rombongan cuman 8 org katanya tp kok pada mencarnya jauh2 bgt bahkan ada yg udah ngacir duluan katanya...

Usahakan setiap mau gowes bahkan CFD sekalipun kondisi badan musti bener2 fit... Isi perut secukupnya sebelum gowes menjadi keharusan walo cuman bbrp potong gorengan, arem2 dan segelas kopi....

Konsentrasi selama gowes jangan sampe terganggu.... Kelelahan sering kali jadi penyebab hilangnya konsentrasi saat gowes....

Untuk yg demen gowes sambil dengerin musik usahakan suara musik nggak lebih kenceng dari suara klakson mobil... Kadang juga saking asiknya dengerin musik awareness kita ama sekitar jadi berkurang... Akibatnya bisa fatal....

Menurut gw gowes di jln raya itu lebih berbahaya dibanding maen offroad... Kenapa..? Karena kalo kita offroad seringkali kecelakaan itu datang dari diri kita sendiri yg gak bisa ngukur kemampuan atw memaksakan kemampuan sepeda... Sedangkan saat onroad bahaya bisa dateng dari pengguna jalan lainnya, katakanlah kita udah tertib jalan di sebelah kiri, pake helm, lampu dll, tapi apakah bajaj, angkot, metro di jalanan udah pada tertib..?

Dan yg gak bosen2 gw ingetin, jangan lupa piranti keselamatan standar, helm, sarung tangan, lampu dan sepatu... Karena kita gak pernah tau manfaat benda2 itu sebelum kita merasakannya.. Tapi apakah kita nunggu celaka dulu baru pake itu semua..? Gak usah ngomongin takdir deh itu urusan Yg Di atas....

Oh iya ada satu lagi neh, sebaiknya kita mengenal dengan baik sepeda kita bahkan kalo perlu kita pelajarin deh prinsip2 dasar sepeda, jadi kalo tiba2 ada trouble di jalan kita tau apa yg musti kita lakukan.... Iya kalo troublenya di jalan raya kita bisa aja cari bengkel terdekat, tapi gimana kalo kejadiannya di tengah hutan..??? Hiii jgn sampe deh... Gw pernah ngalamin yg namanya ban bocor, rem blong dan rante putus pas offroad... Buat yg demen oprud bawa Kunci L & ban dalem berikut penyungkilnya menjadi piranti wajib... Kalo gw sih pasti bawa tuh termasuk pompa, tang dan obeng +-.. Berat dikit gpp lah tapi rasakan manfaatnya....

Maap bukan sok ngajarin yah, tapi ini bener2 tru setori deh.....

Ai lop yu puuuuulll.....[/QUOTE]


Sumber: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=398703455&postcount=1346

Saturday, 10 December 2011

Istilah Asing Komponen Sepeda


istilah-istilah asing komponen sepeda
GIPSYPEMALANG • 15 jam yang lalu • 1 komentar di Kategori: Umum

Barang kali ada yang belum paham tentang istilah istilah asing komponen sepeda.

ini adalah sebagian istilah yang sering digunakan

Bearings:
Bola besi baja kecil yg biasa disebut pelor, berputar didalam dinding hub, bottom bracket, dan headset.

Bottom Bracket:
Terletak pada cangkang botom bracket, ini adalah bearing tempat dimana crank berputar

Chainstays:
Batang rangka yg dimulai dari cangkang bottom bracket sampai anting2 rd (rear dropout)

Chainring/Chainwheel:
Piringan bergerigi yg berada pada Chainset (komponen crank),

Chainset:
Satu set unit termasuk crank, chainring dan bottom bracket

Crank:
Lengan ayun sepanjang/dari pedal hingga as pada bottom bracket

Derailleur:
Sebuah mekanis apa bila shifter digerakan, drailleur akan mendorong rantai searah as gigi/gir

Front Derailleur:
Sebuah mekanis yg membuat rantai perbindah searah as chainwhell (3 buah gigi/gir depan)

Rear Derailleur:
Sebuah mekanis yg membuat rantai perbindah searah as caset (8~9 buah gigi/gir belakang)

Disc Brake:
Rem yang berkerja pada piringan yg terpasang pada hub, bukan pada rim.

V-brake
Salah satu jenis rem yang berkerja pada rim

Flange:
Bagian hub yg menyerupai piringan (di kiri/anan) berlubang-lubang dimana jeruji roda terkait.

Freewheel:
Sebuah mekanis yg terpasang pada hub belakang, mekanis ini memungkinkan roda tetap berputar walaupun kayuhan berhenti.

Hub:
Sebuah mekanis yg ditempati bearing dan jari-jari, terletak pada pusat roda

Grip Shift:
Ditemukan oleh SRAM pada thn 1987, shifter ini terpasang pada handle bar, sipengendara cukup memuntir shifter kedepan/kebelakang untuk memilih posisi gir, "moto style"

Trigger Shifter:
Satu jenis shifter, yg terpasang pada handle bar, dan pengendara harus menggunakan jari jempol dan telunjuknya untuk memilih posisi gir

sumber http://isakuniki.net84.net/


http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/istilah_istilah_asing_komponen_sepeda


Tag: Umum

Berbagi
Facebook
Twitter
Digg
Delicious
MySpace


Yang merating Note ini:

Friday, 2 December 2011

Tanjakan Salatiga

Salatiga gowes tanjakan melulu, peserta Fun Bike Hut KORPRI ke 40 ramai meriah 27 Nov 2011. Diajak oleh Panitia gowes menanjak jalan lingkar kota Salatiga. Lebih dari setengah jumlah peserta berhenti beberapa kali dan tak jarang yang menuntun sepeda. Namun begitu keluar dari jalan lingkar alias belek kiri dari jalan lingkar, gowesnya nyaman benar kencang dan terpaan angin yang sangat menyejukkan tubuh terus menurun dengan kelok jalan yang menggoda kenikmatan hati. Liwati rumah sakit, pasar sapi sampai Sudirman dan Lapangan Pancasila.


Om Priyatno 78 tahun mengaku tak henti sekalipun dan sukses menyelesaikan jalur Fun Bike.


Lansia lain, tengah, Om Cahyono.

Sehari sebelumnya main di tanjakan juga. Pertapaan Gedono. Ane tak sampai di tujuan, Habis tenaga dan berhenti di Gua Londo. Di situ ane tunggu mereka untuk kembali ke Salatiga. Ada pula dua orang lansia diantara peserta tersebut.


Om Charles 64 tahun dan Om Giarto 74 tahun keduanya dengan teman lain membuat tanjakan ini menjadi gowes rutin mereka.